7 Alasan Utama Mengapa Jokowi Akan Bertemu dengan SBY

Recomended


Nampaknya penantian panjang SBY untuk bisa bertemu dengan Jokowi akan terwujud dalam waktu dekat, itu dilakukan Jokowi karena situasi politik tanah air terus menghangat sejak pidato ‘’lebaran kuda’’ SBY pada 2 November 2016, hingga yang terbaru konperensi pers SBY, yang kembali membuat suhu politik tanah air panas seperti di neraka.

Jokowi khawatir jika tidak membuka kesempata untuk SBY bertemu dengannya, maka SBY akan membuat kegaduhan yang lebih panas lagi dan Jokowi tidak ingin SBY membuat stabilitas Indonesia tidak stabil, karena bisa berdampak kemana-mana. Dan Jokowi tahu betul bagaimana cara menghentikan rengekan SBY agar SBY tidak merengek lagi, yakni Jokowi akan bertemu dengan SBY , setelah Pilkada serentak, khususnya Pilkada DKI Jakarta. Setidaknya ada 6 alasan mengapa SBY bisa bertemu dengan Jokowi:
Pertama, Presiden Jokowi sudah bosan, muak, dan kesal melihat dengan mendengar tingkah laku dan perilaku yang dipertontonkan SBY akhir-akhir ini yang telah membuat stabilitas dalam negeri mengalami kegaduhan , sikap dan perilaku SBY yang makin hari makin tidak terkontrol dan terbendung, sehingga Jokowi tidak ada pilihan lain lagi, selain akan mengabulkan permintaan SBY yang sudah sangat ingin bertemu dengan Jokowi. Bagi Jokowi jika permintaan SBY tidak dikabulkan , maka SBY akan terus menganggu pemerintahannya dengan rengekannya yang bisa membuat suhu politik tanah air terus memanas.

Kedua. Jokowi akan ‘’terpaksa’’ mengambulkan permintaan atau lebih tepatnya permohonan dari SBY, dikarenakan jika itu tidak dikabulkan justru gangguan SBY dapat mengacaukan situasi kondusif tanah air yang dapat berimbas pada kepercayaan investor terhadap pemerintah, karena Jokowi paham betul investor tidak akan menanam sahamnya atau berinvestasi jika di sebuah negara iklim investasinya tidak kondusif, terlebih lagi perilaku SBY yang akhir-akhir telah berhasil membuat situasi politik tanah air panas seperti di neraka. Dan tingkah laku SBY, akan bisa membuat investor ragu-ragu menanam sahamnya di Indonesia, karena tidak kondusifnya siatusia dalam negeri, sehingga Jokowi akan mengambulkan rengekan SBY.

Ketiga. Jokowi melihat SBY seperti bayi yang terus-terusan merengek, mewek-mewek dan menangis mengaung-ngaung karena belum mendapatkan apa yang diinginkannya. Jokowi melihat SBY seperti kehilangan mainannya sehingga mainannya harus ditemukan kembali sehingga rengekan SBY bisa dihentikan. Itulah analogi yang terus terbayang-bayang dalam benak Jokowi ketika melihat SBY keluar dari sarangnya dan justru mewek-mewek kepada masyarakat seolah-olah ada 2-3 orang di sekeliling Jokowi yang menghalangi keinginannya untuk bertemu dengan Jokowi. Sehingga bagi Jokowi , tangisan SBY hanya bisa dihentikan apabila Jokowi mengambulkan permintaan SBY, dan Jokowi sangat paham dengan rengekan SBY, yang baru bisa dian jioa sudah dikabulkan permintaannya.

Keempat, Jokowi akan membuktikan kepada SBY, sekaligus menepis keras tuduhan SBY yang menuding ada 2-3 orang disekeliling Jokowi yang menghalangi pertemuan Jokowi dengan SBY, sehingga nanti Jokowi bisa memperlihatkan kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa tidak ada siapapun yang bisa menghalangi pertemuannya dengan SBY, hanya saja saat itu Jokowi memang enggan atau emoh bertemu dengan SBY, dikarenakan Jokowi melihat tidak ada manfaatnya jika bertemu dengan SBY.

Tapi makin hari jika diperhatikan Jokowi, SBY bisa berbahaya jika keinginannya tidak dituruti, karena Jokowi melihat SBY ibarat bayi kehilangan mainan, dan bisa merengek sekencang-kencangnya hingga membuat orang tidak nyaman dengan rengekan tersebut, sehingga Jokowi akan mengambulkan rengekan SBY agar SBY berhenti menganggu kenyamana Jokowi yang sedang bekerja keras siang-malam membangun Indonesia, guna mengejar ketertinggalan Indonesia yang sudah tertinggal sangat jauh dari negara-negara lain.

Kelima, Jokowi akan membuktikan kepada Demokrat dan SBY bahwa Jokowi adalah seorang negarawan melebihi SBY, dikarenakan Jokowi akan merangkul siapa saja yang berseberangan dengannya hanya dengan satu tujuan yakni untuk membuat situasi stabilitas nasional bisa terjaga dan kondusif. Jokowi tidak ingin dan tidak akan membiarkan SBY terus menganggu dan mengacaukan situasi dalam negeri sehingga Jokowi terpaksa bertemu dengan SBY, agar SBY bisa berhenti merengekannya yang bia membahayakan stabilitas nasional.

Keenam, Jokowi sudah memberi sinyal akan mau bertemu dengan SBY setelah Pilkada serentak 15 Februari mendatang, khususnya Pilkada DKI , Tapi Jokowi sudah mengirim isyarat politiknya kepada Demokrat bahwa hak angket yang diwacanakan Demokrat pasti akan gagal total, dikarenakan PDIP, Hanura, NasDem, Golkar, PKB, PAN, PPP dan Gerindra sudah menyatakan menolak wacana yang penuh dengan kepentingan politis tersebut.

Sehingga dengan banyaknya partai yang menolak hak angket yang diwacanakan Demokrat, maka semua akan berakhir dengan kegagalan, karena syarat hak angket adalah harus diusulkan 25 anggoota DPR dan lebih dari satu fraksi. Selain itu dampak lain dari gagalnya hak angket bisa membuat SBY merengek lagi, sehingga Jokowi akan mengabulkan permohonan SBY, dan agar kedepannya setelah bertemu dengan Jokowi, SBY tidak lagi merengek-rengek karena rengekan SBY bisa membahayakan situasi kondusif tanah air.

Bahkan PKS yang saat ini belum bersikap pun dipastikan juga akan mengikuti langkah PDIP, NasDem, Golkar, Hanura, PKB, PAN, dan PPP, jika tidak ingin posisi Fahri Hamzah di DPR akan digoyang-goyang lagi, sehingga Sohibul Iman pun akan menginstruksikan PKS menolak wacana hak angket tersebut karena penuh dengan kepentingan politik Demokrat, yang sama sekali tidak menguntungkan PKS.

Jadi 9 partai politik yang ada di Senayan, bisa dipastikan akan menolak wacana hak angket dan SBY tidak menutup kemungkinan bisa merengek lagi, lalu bertemu dengan Jokowi. Dan SBY bisa berhenti merengek, karena Jokowi akan memberi syarat mutlak kepada SBY, bahwa SBY bisa bertemu dengannya , tapi jangan merengek lagi, dipastikan SBY akan memenuhi syarat itu, dikarenakan SBY tidak mau menanggung risiko dan takut serta sedih jika tidak bisa lagi bertemu dengan Jokowi apabila mengabaikan syarat mutlak yang diberikan Jokowi.

Ketujuh, Dan Jokowi yakin Megawati bisa harap maklum karena jika tidak dikabulkan keinginan SBY, justru SBY akan menganggu Jokowi lagi, dan Megawati tidak ingin jika SBY terus-terusan menganggu Jokowi, sehingga Megawati tidak akan mempermasalahkan pertemuan Jokowi dengan SBY demi stabilitas dalam negeri yang bisa saja setiap saat , setiap waktu dibuat panas oleh SBY jika keinginannya tidak dikabulkan Jokowi.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "7 Alasan Utama Mengapa Jokowi Akan Bertemu dengan SBY"

Posting Komentar

Apa Komentar Anda?