Agus dan Anies Berkhayal, Ahok Real Untuk Program Penyandang Disabilitas

Recomended


Mari kita kumpas secara rasional dan objektif program-program yang dijanjikan oleh para Kandidat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI. 

Ini penting selain sebagai bentuk kontrak politik yang harus dikawal, juga sebagai analisa kemampuan masing-masing didalam menangani permasalahan-permasalahan yang ada di Jakarta, serta terobosan-terobosan yang akan dilakukannya.

Agus-Sylvi

Secara garis besar, paslon nomor urut satu Agus-Sylvi menjajikan untuk asetabilitas ruang publik, transportasi serta infrastruktur bagi penyandang disabilitas.

“Tentu komitmen besar saya adalah menghadirkan atau mewujudkan Jakarta menjadi kota yang ramah untuk penyandang disabilitas. Komitmen saya secara teknis maupun dalam konsep besarnya, ingin mewujudkan berbagai hal yang bisa menambah kenyamanan dan kemudahan mereka dalam beraktivitas, termasuk peluang bekerja,” papar agus yang dilansir di laman detik.com

Selain itu Agus juga mengatakan “Tentunya transportasi umum kita harus semakin ramah, ruang publik, perkantoran, termasuk segala sesuatu infrastruktur yang dimiliki pemerintah juga harus semuanya menjamin kemudahan bagi mereka,”

Agus juga berjanji dengan mengatakan “Insya Allah kalau terpilih saya juga akan perbaiki kualitas pejalan kaki khususnya untuk disabilitas ya. Itu penting karena mereka juga pastinya suka jalan-jalan kan,”

Dari pernyataan diatas jujur saya bingung soal implementasinya bagaimana, menurut saya, semua program yang dilempar ke publik harus disertai dengan cara-cara untuk mencapainya, walaupun tidak detail, paling tidak garis besarnya, supaya program-program tersebut tidak dianggap sebagai angin surga, janji-janji dan khayalan tingkat tinggi saja, karena tidak tahu cara melakukannya.

Ahok-Djarot

Paslon nomor urut dua kali ini masih dengan konsistensinya, memberi program-program yang dapat dijangkau dengan nalar dan mudah dipahami, termasuk program yang ditujukan untuk penyandang disabilitas.

Sebagai petahana, Ahok ingin menyediakan TransJakarta Cares dan Halte Ramah yang ramah bagi penyandang disabilitas.
“Kita menyediakan mobil untuk disabilitas. Dek pendek di TransJakarta kita buat kalau nurunin kursi roda bisa miring pas dengan trotoar tingginya. Kita bisa miring shockbreaker, memang lebih mahal (harga busnya) tapi menolong dan berstandar dunia. Semua trotoar kita juga perbaiki untuk ramah disabilitas,” papar Ahok di Rumah Lembang yang dilansir di laman detik.com

Selain sarana transportasi, Ahok juga akan mengirim guru untuk mengajar anak-anak penyandang kebutuhan khusus.Hal ini disampaikan saat blukukan di kepulauan seribu. “Nanti kita siapkan guru untuk anak yang berkebutuhan khusus. Tiap Sabtu anak-anak ini kita kumpulkan. Kan di sini juga belum ada SLB,” papar Ahok.

Dari pernyataan diatas, para pemilih akan mengetahui apakah program yang dilakukan, dan apakah program tersebut mungkin dilakukan. Cara mencapai program tersebutpun sudah dipaparkan garis besarnya, sehingga tidak berbentuk hayalan.

Program Ahok diatas juga menunjukan pembangunan infrastruktur yang dibarengi dengan pembangunan manusianya, dan tentu itulah yang sangat diharapkan.

Anies-Sandi

Anies meminta masyarakat tidak memandang sebelah mata para kaum difabel, seperti yang dia katakan “Saya akan sampaikan ke semua warga jangan pernah melihat dengan sebelah mata dan jangan perah menyebut. Dalam difabel bukan disabel. Mereka itu different ability dan itu mereka tsehingga mereka memiliki hak yang sama,”

Sama seperti paslon nomor urut satu dan dua, paslon nomor urut tiga juga menjajikan infrastruktur, “Pelayanan fasilitas publik sebisa mungkin untuk bisa mandiri. Kami sampaikan satu menggunakan alat di kendaraan umum dan lain-lain. Tapi kalau tidak ada itu. Kita akan gunakan tenaga-tenaga untuk membantu mereka. Dengan begitu, masyarakat warga difabel mempunyai mobilitas secara mandiri,” paparnya, yang dilansir dalam laman detik.com

“Kursi roda kita tidak standar, berbeda dari satu orang ke orang lain. Kalau standar maka bisa satu alat untuk mengangkat mereka. Jadi mudah mau masuk ke gedung. Yang tidak ada pembantunya bisa disiapkan jalannya,” imbuhnya.

Dari pernyataan diatas, sangatlah ironi sekali, Anies akan menyampaikan ke semua warga untuk tidak memandang para difabel dengan sebelah mata. Mengapa saya mengatakan ironi, karena dia saja setuju bahwa pemimpin harus dari yang seiman, apakah itu tidak membuktikan bahwa sebenarnya dia yang suka memandang orang sebelah mata? Jangankan difabel, yang normalpun dia pandang sebelah mata karena perbedaan SARA. Tidak hanya itu, apakah himbauannya itu akan mengena tepat sasaran atau hanya masuk telinga kiri keluar telinga kanan saja?

Untuk infrastruktur dia ternyata bingung, dan kebingungan tersebut tercermin dari penggunaan tenaga –tenaga yang saya asumsikan sebagai tenaga manusia untuk membantu, ah entahlah….puyeng pala gw yang punya otak dikit ini mikirin hayalannya paslon nomor urut tiga ini, karena gak tau cara mencapai tujuannya tersebut….

Sumber opini:

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Agus dan Anies Berkhayal, Ahok Real Untuk Program Penyandang Disabilitas"

Posting Komentar

Apa Komentar Anda?