Ahok Kafir Tapi Kok Banyak Yang Dukung?

Recomended


Hari ini kopi yang saya minum nikmat sekali, sambil nonton konser gue2 dari rumah. Begitu banyak massa yang tumpah ruah dengan baju kotak-kotaknya. Pemandangan yang dibenci oleh para Ontratroopers hingga mereka menyebarkan lagi fitnah bahwa konser ini sepi sambil menunjukkan foto yang diambil masih pagi-pagi.

Ya iyalah masih sepi jam segitu, ini konser baru dimulai agak siangan bukan kayak sholat subuh politik itu yang mulainya ya subuh-subuh. Hadeuh dasar penduduk planet datar, gak bisa menerima kenyataan bahwa Ahok banyak pendukungnya baik muslim maupun penganut agama lainnya.
Perjuangan mendukung Ahok adalah perjuangan melawan diskriminasi, perjuangan melawan penindasan dari mereka yang merasa berhak menindas atas nama mayoritas. Kita ingin membangun sebuah negara yang aman dan tenteram bagi semua umat beragama. Rasa aman bagi semua penduduknya dalam beribadah. Kita ingin setiap anak-anak di Indonesia ini bisa bercita-cita menjadi Camat, Lurah, Gubernur bahkan Presiden tanpa harus dihancurkan mimpinya hanya karena agamanya bukan Islam. Menjadi pemimpin di Indonesia bukan hanya hak milik sekelompok orang saja.

Bagi umat Islam yang mendukung Ahok, kita ingin mewujudkan Islam yang menjadi berkah bagi sekalian alam. Islam yang maju dan terbuka. Bukan Islam yang menutup diri sambil ketakutan dipojokan hanya gara-gara topi santa. Islam yang menjadi pelindung bagi umat beragama lainnya, dan memperlakukannya mereka dengan baik sebagai saudara dalam berbangsa.

Lalu bagaimana soal Al Maidah 51 yang katanya melarang memilih pemimpin kafir? Itu kan menurut ulama sebelah yang banyak digaungkan oleh penduduk planet datar. Banyak ulama lain yang berpendapat sebaliknya kok, bahwa Al’ Maidah 51 bukan bicara soal memilih pemimpin dan muslim boleh-boleh saja memilih non muslim. Bahkan PKS pernah mendukung pemimpin non-muslim di daerah lain. Kita tinggal ikuti saja ulama-ulama tersebut.

Kita juga perlu jeli dalam memilih ulama dijaman hedon saat ini. Tampilan boleh ulama, kostum boleh padang pasir tapi dibalik kemasan keagamaan isinya masih manusia juga. Manusia yang bisa tergoda oleh uang, kekuasaan dan wanita. Diatas mimbar teriak lawan zina di Whatsapp teriak “Mana fotonyaaaaa”

Bagi mereka yang berpikir logis, sudah pasti akan mendukung Ahok, kenapa?

Sederhana saja, diantara tiga paslon mana yang paling cocok jadi Gubernur? Ya Ahok karena kinerjanya sudah terbukti baik. Dia memiliki visi, ide-ide brilian untuk mengatasi berbagai masalah di Jakarta. Tidak seperi paslon lain, Ahok tidak berhenti di ide saja, dia bisa mewujudkan ide tersebut. Percuma jika kita punya ide yang dibungkus dengan kata-kata cantik tapi gagal di-implementasikan. Ya OMDO itu namanya, OMDO yang cantik lah.

2016 baru saja berlalu, coba ingat-ingat apakah ada berita banjir besar ditahun 2016? Bagaimana 2015? Gak, gak ada. Itu baru soal banjir, masih banyak kinerja cantik dari Pak Ahok selama ini. Pelayanan PNS yang lebih baik, kemacetan yang nyata dicoba ditangani dan masih banyak lagi. Jadi mending omongan yang cantik atau kinerja yang cantik?

Dan yang menurut saya paling fenomenal adalah sungai. Coba ingat-ingat sungai di Jakarta jaman sebelum Ahok. Umumnya kita enggan memperhatikannya karena begitu menjijikkan. Manusia memang begitu, secara gak sadar akan berusaha mem-blok sesuatu yang dianggap tidak menyenangkan hingga tidak memperhatikannya lagi. Jadi yang jomblo wajar kalau kalian tidak diperhatikan karena kalian itu tidak menyenangkan buat dia jadi di blok oleh dia. Bukan cuman dipikiran tapi juga di Whatsapp, Instagram dan media sosial lainnya. Pedih yah mblo? Silahkan hubungi Kak Emma terdekat untuk curhat.

Coba ingat-ingat bagaimana tidak nyamannya sungai Jakarta. Dan sekarang semua itu sudah berubah, menjadi lebih bersih dan tidak bau busuk lagi. Sungai menjadi nyaman dan bersih, lingkungan menjadi sehat dan baik untuk anak-anak kita. Proyek yang luar biasa besar dan tidak mudah. Butuh seorang pemimpin yang sanggup berseberangan dengan banyak orang untuk bisa mewujudkannya. Ahok dengan mental bajanya sanggup melakukan itu. Coba tanya ke diri kita sendiri, apakah kita sanggup untuk bermusuhan dengan banyak orang, demi kepentingan yang jauh lebih besar? Lalu coba lihat paslon lain, apakah mereka juga sanggup berseberangan dengan banyak orang?

“Tapi Ahok kafir!”

So what gitu loh!

Banjir, macet, korupsi, dan segudang masalah lainnya tidak bisa ditangani hanya dengan label Muslim tok. Lihat saja daerah sebelah deh, Jawa Barat. Punten yah akang-akang kasep dan teteh-teteh geulis, tapi rasa-rasanya sekarang justru Jawa Barat yang mengalami banjir besar hingga jatuh korban jiwa. Bukan lagi Jakarta.

Mereka yang teriak-teriak jangan pilih pemimpin kafir akan menghilang entah kemana ketika rumah kita kebanjiran. Seperti hilangnya Darth Sorban ketika ditagih janjinya oleh Firza. Mereka itu memikirkan kita saja belum tentu apalagi datang, kalau pun datang paling demi pencitraan karena mau Pilkada lagi.

Tapi Ahok lain, siang malam dia memikirkan cara untuk mengatasi banjir supaya kita bisa tidur dengan tenang. Ahok siap menghadapi musuh-musuhnya yang akan menggunakan isu-isu negatif untuk menjatuhkannya. Ahok siap menghadapi semua itu demi warganya supaya kita bisa tidur dengan tenang dimalam hari.

Ahok bukan tipe orang yang mementingkan damai dengan DPRD supaya semua senang. Bukan, Ahok bukan pemimpin seperti itu dan selama ini dia telah membuktikan bahwa dia bekerja untuk rakyat Jakarta. Agar kedepan anak-anak kita bisa bermain dan tertawa dengan riang di Jakarta yang nyaman dan bersih.

Jadi penduduk bumi bulat, mantapkan hati kalian. Bergabunglah bersama Light Side. Berikan dukungan mu kepada Jedi Ahok yang sedang melawan invasi pasukan Dark Side.

May the force be with you.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ahok Kafir Tapi Kok Banyak Yang Dukung?"

Posting Komentar

Apa Komentar Anda?