Anies dan Agus, Yang Digusur Mendukung Normlisasi Sungai Nih

Recomended


Dari berita yang dilansir dalam laman kompas.com , saya menjadi tegelitik sendiri disaat membacanya. Berita tersebut menceritakan tentang pertemuan Ahok dan ibu Sumiati yang berteriak dan meminta Ahok untuk tidak menggusur tempat tinggalnya. Hal itu terjadi disaat Ahok blusukan di Jalan Kramat IV, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur.

Sumiati meminta Ahok untuk tidak sekedar menggusur, tetapi dia mengharapkan, jika dia digusur, maka akan mendapatkan ganti rugi.
Sumiati mendukung program penanggulangan banjir, termasuk program normalisasi. Selain itu, dia juga beharap, mendapatkan ganti rugi, jika suatu saat dia terkena gusuran.

Ahok juga menjelaskan, bahwa ganti rugi dapat diberikan jika tanah tersebut sudah bersertifikat. “Bisa (ganti rugi). Asal Ibu urus ya sertifikatnya, kan sekarang BPHTB juga sudah gratis,” kata Ahok.

Kekhawatiran ibu Sumiati jika didalam mengurus sertifikat kepemilikan lahan akan dipungut biaya, di tepis oleh Ahok”Enggak bohong itu, Bu. Masa dipersulit? Pokoknya yang penting Ibu sudah pegang suratnya semua,”

Kejadian tersebut membuat saya mempertanyakan pernyataan Anies dan Agus saat debat pilkada. Anis dan Agus tidak henti-hentinya menyerang Ahok dengan menggiring opini publik, bahwa Ahok si raja tega yang begitu kejam dan sangat dibenci oleh warga yang digusur.

Agus yang punya program rumah apung, walaupun tidak tahu cara membuatnya, mengubahnya menjadi program geser sidikit, dan geser sedikitpun tetap tidak masuk akal, karena lebar sungai yang seharusnya 35 meter menjadi 5 meter. Apakah itu bisa digeser sedikit?

Bukan rahasia umum lagi, bahwa Anies dan Agus menggodok isu penggusuran untuk memberi label Ahok dengan label orang yang suka menggusur dengan tidak berprikemanusiaan.

Pertemuan Ahok dengan calon korban gusuran sangatlah berbeda dengan calon-calon lain seperti Agus dan Anies. Jika Ahok tanpa tedeng aling-aling dan jujur akan mengungkapkan apa yang seharusnya diungkapkan, sedangkan yang lainnya, pasti akan bilang ibu tidak perlu khawatir, saya tidak akan menggusur. Pasangan calon yang lain, mungkin cuek bebek saja dengan efek banjir yang memang berlangsung begitu lama karena efek menyempitnya sungai-sungai di Jakarta akibat pendirian rumah-rumah disekitar aliran sungai.

Jika Agus dari mengapung menjadi menggeser sedikit, jika Anies sepertinya cari Aman saja dengan membiarkan dan berjanji membuat kampung deret dipinggir sungai. Dimana kampung deret akan diharapkan menjadi solusi, supaya mereka yang tinggal di zona terlarang tidak perlu digusur.

Awalnya, saya bingung akan keputusan Jokowi, yang mengeluarkan Anies dari menteri pendidikan, namun sekarang saya sudah tidak bingung lagi, mengapa beliau melakukan itu. Karena seorang pendidik, seharusnya mengarahkan kepada hal-hal yang benar, bukan membenarkan hal-hal yang salah, dan tentu saja logika Anies sangatlah berbahagia bagi tatanan.

Anies tentu sudah faham betul, bahwa tinggal didaerah aliran sungai tersebut menyalahi aturan yang berarti salah, tetapi dia ingin melegalkan. Jika Anies menjabat, mungkin saya punya peluang menyerobot tanah DKI yang masih kosong, dengan membawa pasukan dan menempatinya dengan santai, jika itu terlalu ekstrim, mungkin cari pinggiran sungai yang masih bisa dipatok untuk dijadikan aset, kan lumayan bisa diperjual belikan, hehe..

Selain itu, kampung deret yang dijanjikan Anies, akankah mengurangi banjir? Dimana lebar sungai tersebut tetaplah sempit, yaitu tetep selebar 5 meter, apakah itu menjadi solusi ?ingat lebar seharusnya adalah 35 meter, ibarat sebuah air yang dicurahkan 100 liter, tetapi wadahnya hanya muat menampung 10 liter, ya pasti meluber dimana-mana dong pak Anies.

Ah entahlah….mungkin Agus dan Anies melakukan teknik pendekatan emosi yang menjadikan pendangkalan rasionalitas dan cara berfikir menjadi tidak objektif.

( Analisa) Taktik Lawan Politik Jokowi dan Ahok

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Anies dan Agus, Yang Digusur Mendukung Normlisasi Sungai Nih"

Posting Komentar

Apa Komentar Anda?