D’Academy 4 Indosiar: Panggung Baru Anies Baswedan

Recomended


Anies Baswedan. Berbicara sosok yang satu ini, akan selalu terkoneksi dengan gelaran Pilkada Jakarta di bulan Februari 2017 ini. Menggandeng Sandiaga Uno, Anies menjadi paslon nomer urut tiga di kontestasi Pilgub DKI. Tak ada yang meragukan, kapasitas yang dimiliki pria asal Jogja ini. Khususnya bagi para pendukung pasangan tersebut, yang secara tradisional berasal dari Partai Gerindra dan PKS.

Anies Baswedan pernah didapuk menjadi rektor Universitas Paramadina di Jakarta. Ia juga sempat menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, di Kabinet Kerja. Maka dari itulah, sebagai seorang public figure, tentu saja Anies mempunyai kemampuan komunikasi yang mumpuni. Terutama komunikasi kepada publik. Hal ini terbukti dengan ‘sepak terjang’ Anies yang mampu mengantarkan Pak Jokowi menjadi RI-1 di 2014 kemarin. Kala itu ia berperan sebagai juru bicara di dalam tim pemenangan Jokowi-JK.
Sekarang pun, masyarakat masih bisa dengan mudah mengamati segala ‘tingkah polah’ Pak Anies. Mengingat beliau menjadi salah satu kontestan Pilgub DKI. Pilkada yang paling ramai dan paling menyita perhatian. Hal ini membuatnya selalu mendapatkan sorotan dari media. Apalagi sudah dua kali, Anies memperoleh kesempatan untuk menunjukkan ‘kemampuan’-nya melalui debat publik yang diselenggarakan KPU DKI. Saat ini, masyarakat di ibukota tinggal memilih. Siapa yang paling worthed untuk mengelola pemerintahan DKI Jakarta.

Sebagai calon kepala daerah, Anies Baswedan sudah pasti terbiasa untuk melakukan pidato. Apalagi di masa kampanye seperti sekarang. Pidato, orasi, dan segala bentuk olah kata lainnya, akan selalu menjadi alat utama, untuk berinteraksi dengan masyarakat. Sebagai cara untuk menyampaikan visi dan misi yang diusung, jika terpilih sebagai gubernur Jakarta.

Tetapi bagaimana bila seorang Anies Baswedan bergoyang…?

Haaa…?? Bergoyang? Goyang apaan nieh…? Goyang dangdut, gitu?

Huahahahahaa. Ya, benar! Goyang dangdut. Dan Anies Baswedan cuma bergoyang di Indosiar, stasiun televisi yang beberapa tahun terakhir telah menjadi Republik Dangdut-nya Indonesia.

Konser Dangdut Academy season 4, pada Rabu, 1 Februari 2017, bisa jadi akan menjadi salah satu episode yang istimewa. Bukan saja karena penampilan para akademia yang nyaris selalu mengundang decak kagum. Melainkan karena kehadiran sosok Anies Baswedan. Kehadirannya di panggung megah D’Academy 4, tak pelak semakin meramaikan acara talent search yang digandrungi oleh masyarakat ini.

Suasana panggung D’Academy 4 ketika Anies Baswedan hadir. Source: dokumentasi pribadi
Begitu mengetahui sosok Anies Baswedan muncul sebagai salah satu penonton di tribun, sontak menjadi surprise buat para pengisi acara. Trio host yang terdiri dari Rina Nose, Ramzi, dan Irfan Hakim, langsung menyambut Anies dan mengajaknya naik ke panggung. Kehadiran Anies Baswedan di atas panggung, tidak disia-siakan oleh para pengisi acara. Salah satu komentator, Soimah, langsung ikut ke tengah panggung dan menggoda Anies dengan lelucon-leluconnya yang selalu khas dan mengundang tawa. Apalagi Anies dan Soimah sama-sama orang Jogja. Klop sudah! Hahaa.

Tidak hanya Soimah. Nassar yang juga bertindak sebagai komentator, turut menemani Anies di atas panggung. Karena ini adalah konser ajang penyanyi dangdut, Anies Baswedan sudah pasti ditantang untuk mendendangkan lagu dangdut. Jadilah lagu Terajana menggema di studio Indosiar. Anies berduet dengan Nassar dan para host, menyanyikan lagu rancak karya Rhoma Irama tersebut.

Seusai bernyanyi Terajana, Anies Baswedan tidak langsung pulang. Selayaknya kontestan yang sedang berkompetisi, Anies langsung ‘dinilai’ oleh para juri! Kelima juri yang terdiri dari Dewi Persik, Inul Daratista, Iis Dahlia, Rita Sugiarto, dan Beniqno, satu per satu memberikan penilaiannya kepada sang peserta dadakan: Anies Baswedan.

Dari penilaian juri ini, penonton kembali disuguhi guyonan yang renyah. Bagaimana tidak…? Anies diberi komentar mengenai aspek dinamika lagu, atau mengenai artikulasi di dalam bernyanyi. Sesuatu yang barangkali amatlah awam bagi seorang Anies Baswedan. Bahkan, ia sampai terbengong-bengong, mendengarkan segala celoteh penilaian dari para juri. Penilaian yang menggunakan bahasa spesifik di dalam teknik menyanyi.

Tapi tenang saja. Semua ini hanyalah bagian dari show. Kelima juri sudah pasti tidak terlalu serius, di dalam memberikan ‘penilaian’ kepada Anies Baswedan. Segmen ini terasa semakin segar, karena salah satu juri, Dewi Persik, turut menggoda Anies dengan nada bicara yang manja khas si goyang gergaji itu. Tetapi lagi-lagi tenang saja. Karena itu semua cuma untuk hiburan, untuk menyemarakkan suasana.

Anies Baswedan berduet dengan salah satu juri, Rita Sugiarto. Source: dokumentasi pribadi
Suasana semakin meriah, kala salah satu juri, Rita Sugiarto, maju menghampiri Anies Baswedan. Salah satu diva dangdut ini, menghadiahkan sebuah lagu berjudul Oleh-oleh untuk sang calon gubernur. Tak cukup sampai di situ. Anies dan Rita juga sempat bergoyang, berdansa walau cuma sejenak.

Ya, episode D’Academy 4 kali ini terasa begitu istimewa. Selain untuk bernyanyi dan bergoyang, Anies juga menyampaikan sepatah dua patah kata. Khususnya mengenai musik dangdut. Ya, dangdut telah menjadi identitas bangsa Indonesia. Memang sudah seharusnya, musik dangdut menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Seperti kata grup musik Project Pop, dangdut is the music of my country. Dangdut adalah musiknya orang Indonesia! Bagiku pribadi, aku salut dengan Pak Anies Baswedan, karena sudi mampir di acara D’Academy 4. Acara yang masih banyak dipandang sebelah mata. Tetapi malah merupakan acara televisi dengan penghasilan terbesar di Indonesia.

***

Kenapa Anies Baswedan berkunjung ke konser D’Academy di Indosiar? Ini adalah satu pertanyaan yang muncul di benakku, setelah menonton aksi mantan Mendikbud tersebut di layar kaca barusan. Alasan pertama yang paling logis, tentu saja karena Anies sedang berkampanye. Televisi adalah media yang cukup mujarab, untuk menjangkau audiens dalam jumlah yang banyak dan dalam waktu yang bersamaan.

Tim kampanye Anies Baswedan sudah pasti memiliki pertimbangan, kenapa akhirnya memilih konser D’Academy 4, sebagai kesempatan untuk tampil di layar kaca. Bagi para penonton setia D’Academy sudah pasti paham, kalau acara ini mempunyai rating yang tinggi. Terbukti dari berjubelnya iklan, di sela-sela penayangan konsernya. Termasuk, penayangan konser D’Academy yang berada di jam primetime. Dimana masyarakat mayoritas sudah berada di rumah. Sedang beristirahat, dan membutuhkan channel yang menghadirkan hiburan yang segar. Bukan tontonan berita yang isinya menjengkelkan dan mengecilkan harapan.

Tayangan D’Academy hadir untuk memenuhi tuntutan masyarakat yang seperti ini. Ketika seharian sudah lelah berjibaku untuk bekerja atau kegiatan lainnya, di malam hari, masyarakat membutuhkan tayangan ringan. Ringan dan menghibur. Menghibur tapi yang tidak ecek-ecek (kayak sinetron India ANTV).

Meskipun dangdut, tayangan D’Academy menampilkan peserta-peserta yang nggak kampungan. Mereka sudah disaring dengan sangat ketat, hingga layak tampil berkompetisi di layar kaca. Kualitas peserta sudah pasti nomer satu. Apalagi ditambah dengan aksi atraktif dari ketiga host dan Soimah. Sebuah padanan yang tidak membosankan.

Dengan tampil di konser D’Academy 4, Anies Baswedan tentu berharap ada kesan positif yang mampu ditangkap oleh pemirsa. Terutama pemirsa yang berdomisili di Jakarta. Dimana di tanggal 15 Februari besok, para warga Jakarta ini akan mencoblos untuk memilih kepala daerah yang baru.

Anies Baswedan dan ketiga host D’Academy 4. Source: dokumentasi pribadi
Momen tampilnya Anies di D’Academy 4 ini, seakan begitu pas dengan momen yang ‘melanda’ dua saingannya di Pilgub DKI. Di saat yang sama, muncul kabar yang menyerang Ahok dan Agus Yudhoyono secara bersamaan. Ahok yang berpolemik dengan KH. Ma’ruf Amin. Dimana polemik ini ‘diduga’ ada sangkut pautnya dengan Susilo B. Yudhoyono, ayah dari Agus.

Bagiku pribadi, kemunculan Anies Baswedan yang seolah sedang ‘berpesta’ di panggung D’Academy 4, bukanlah suatu kebetulan. Tetapi seakan-akan ingin menunjukkan, kalau Anies adalah sosok yang bersih. Tidak tersangkut masalah apapun. Berbeda dengan dua figur lainnya, yang seolah selalu dihantam isu-isu panas silih berganti. Ya, Anies bisa bergoyang dangdut dengan santai. Lantaran tidak didera isu-isu sensitif yang mengikis citra dan kredibilitasnya.

Kehadiran Anies Baswedan di panggung D’Academy 4, menambah daftar tokoh penting yang pernah datang di acara talent search terbesar ini. Pak Jokowi, Prabowo, dan Aburizal Bakrie. Ketiganya pernah hadir di konser D’Academy season 1. Kala itu, mereka sedang menggalang dukungan menjelang Pilpres 2014.

Beranikah Ahok untuk datang ke panggung D’Academy 4…? Waahh, kalau Ahok datang ke konser D’Academy 4, Ahok bisa menyalurkan aksi goyangnya yang sempat tertunda, tatkala melerai Sylvi dan Anies Baswedan, di momen debat kedua kemarin. Aku yakin, pasti akan lebih menarik ketimbang kemunculannya di Ini Talkshow-nya NET.

Beranikah Agus Yudhoyono untuk datang ke panggung D’Academy 4…? Kalau males hadir di Mata Najwa, yoweslah. Tapi masa, goyang dangdut dikit nggak mau, sih…? Kan juga bisa sekalian nyanyi, kayak Pak SBY…? 🙂


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "D’Academy 4 Indosiar: Panggung Baru Anies Baswedan"

Posting Komentar

Apa Komentar Anda?