Kejanggalan Besar Penetapan Dahlan Iskan Tersangka Korupsi Mobil Listrik

Recomended


Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan kembali ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus mobil listrik, namun penetapan Dahlan Iskan sebagai tersangka jelas terkesan seperti sebuah keharusan dan dipaksakan, karena satu-satunya yang jadi argumen hukum Jaksa Agung, H.M Prasetyo, dalam menetapkan Dahlan Iskan sebagai tersangka hanya mengacu pada putusan kasasi Mahkmah Agung terkait kasasi Dasep Ahmadi selaku Direktur PT. Sarimas Ahmadi yang telah divonis terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi kasus mobil listrik..

Bagimana logikanya jika Mahkamah Agung melalui kasasinya bisa menyatakan Dahlan Iskan terlibat korupsi secara bersama-sama dengan Dasep Ahmadi, sedangkan dalam putusan tingkat pertama dan banding dalam perkara yang menyeret Dasep Ahmad, tidak pernah ada keputusan mengenai keterlibatan Dahlan Iskan dalam kasus tersebut, jelas ini terlalu dipaksakan, karena terlihat jelas Jaksa Agung sudah tidak punya argumen hukum lagi selain dari putusan kasasi Mahkamah Agung, untuk menjerat Dahlan Iskan.
Putusan kasasi Mahkamah Agung tidak bisa dijadikan sebagai dasar hukum penetapan tersangka, dikarenakan jika putusan kasasi yang dijadikan dasar dalam penetapan tersangka, itu artinya Kejaksaan Agung, tidak melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap Dahlan Iskan. Argumen hukumnya itu jelas, dan sulit dibantah, karena jika Kejaksaan Agung berdalih sudah melakukan penyelidikan dan penyidikan, justru mengapa penetapan tersangka terhadap Dahlan Iskan tidak dilakukan jauh-jauh hari , kalau sudah ada penyelidikan dan penyidikan ditemukan dua alat bukti keterlibatan Dahlan Iskan , bisa ditetapkan sebagai tersangka, dan itu sah-sah saja, tetapi yang jadi masalah sekarang mengapa justru baru ditetapkan sebagai tersangka setelah keluarnya salinan putusan kasasi?

Bahkan makin besar lagi pertanyaannya , mengapa Kejaksaan Agung tidak menetapkan Dahlan Iskan sebagai tersangka setelah putusan kasasi diketok/sebelum salinan putusan kasasi diberikan kepada Kejaksaan Agung, jika malah berdalih memiliki dua alat bukti? Jika berdalih sudah memiliki bukti, bukti apakah itu, aliran dana yang masuk ke rekening atau adanya bukti transfer? Jelas itu semua tidak bisa dijawab Kejaksaan Agung, dikarenakan ada yang tidak beres dengan Mahkmah Agung , karena bisa mengadili Dahlan Iskan terlibat, padahal dalam putuan pengadilan tingkat pertama dan banding perkara yang menyeret Dasep Ahmadi dinyatakan Dahlan Iskan tidak terlibat korupsi mobil listrik.

Indikasi Kejaksaan Agung tidak melakukan penyelidikan dan penyidikan jelas sekali, karena penetapan tersangka baru dilakukan setelah keluarnya putusan kasasi Mahkamah Agung yang diajukan Dasep Ahmadi. Dan yang jadi pertanyaan besarnya lagi mengapa Kejaksaan Agung seolah sangat percaya diri dengan isi putusan kasasi MA, yang mencantumkan nama Dahlan Iskan? Mengapa seolah putusan kasasi Mahkamah Agung itu benar-benar ditunggu-tunggu , diharapkan dan dijadikan senjata untuk menjerat Dahlan Iskan? Padahal jelas, Mahkamah Agung tidak memiliki kewenangan untuk memasukan nama lain selain daripada nama yang sudah divonis oleh pengadilan di tingkat pertama dan banding.

Makin ke sini , makin terlihat tidak ada penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan Kejaksaan Agung terhadap Dahlan Iskan, tapi tiba-tiba ditetapkan sebagai tersangka tanpa dasar hukum yang jelas. Dan perlu dipahami bahwa putusan kasasi Mahkamah Agung, tidak bisa dijadikan sebagai dasar penetapan tersangka, karena putusan Mahkmah Agung bukanlah merupakan alat bukti, sedangkan penetapan tersangka membutuhkan bukti minimal 2 alat bukti, dan dalam persidangan Dasep Ahmadi, tidak ada satu saksi pun yang menyebut Dahlan Iskan terlibat kasus mobil listrik.

Sehingga dengan dilanggarnya prosedur dalam KUHAP yakni penyelidikan dan penyidikan yang tidak dilakukan, tapi ujug-ujug ada penetapan tersangka hanya dengan bergantung pada putusan kasasi Mahkamah Agung atas nama Dasep Ahmadi, yang padahal tidak bisa dijadikan rujukan penetapa tersangka, maka Dahlan Iskan harus mengajukan upaya hukum praperadilan, dikarenakan sudah ada kesalahan prosedur dalam penetapannya sebagai tersangka, karena tidak sesuai dengan KUHAP, khususnya Pasal 1 butir 5 KUHAP dan Pasal 1 butir 2 KUHAP.

Selain penetapan tersangka yang tidak sesuai dengan KUHAP, Mahkamah Agung juga telah mengabaikan kewenangannya dimana Mahkamah Agung hanya bisa membuat dua bentuk keputusan yakni menolak permohonan kasasi dan atau mengabulkan permohonan kasasi, dalam hal ini meringankan atau memberatkan putusan pengadilan tingkat pertama dan banding, tapi dalam putusan kasasi yang diajukan Dasep Ahmadi, Mahkmah Agung justru telah melampaui kewenangannya yakni bisa menyatakan keterlibatan Dahlan Iskan dalam kasus korupsi mobil listrik dalam amar putusannya, ini sungguh luar biasa.

Karena dalam putusan pengadilan tingkat pertama dan tingkat banding, dinyatakan bahwa Direktur PT Sarimas Ahmadi, tidak terbukti melakukan korupsi bersama-sama mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan. Dengan bunyi putusan pengadilan tingkat pertama dan banding yang sepert itu, bagaimana bisa Mahkamah Agung menyeret masuk nama Dahlan Iskan melakukan korupsi secara bersama-sama dengan Dasep Ahmadi? Dasar hukumnya apa Mahkamah Agung bisa ikut menyeret masuk nama Dahlan Iskan dan memvonisnya terlibat kasus korupsi mobil listrik?

Dan penetapan Dahlan Iskan sebagai tersangka dalam kasus mobil listrik jelas sangat dipaksakan dikarenakan pengadaan 16 unit mobil listrik untuk konferensi APEC adalah perjanjian yang disepakati Dasep Ahmadi dan tiga perusahaan yang bersedia menjadi sponsor yakni PT PGN, PT. BRI, dan PT. Pertamina, yang itu artinya jika sudah ada perjanjian , tanggungjawab sepenuhnya ada pada Dasep Ahmadi untuk mempertanggungjawabkan dana dari tiga perusahaan tersebut. Dan putusan pengadilan tingkat pertama dan banding sudah sesuai dengan fakta hukum , tetapi mengapa Mahkamah Agung, melampaui kewenangannya dengan menyeret dan memasukan nama Dahlan Iskan dalam amar putusannya, yang padahal sebelumnya tidak ada dalam amar putusan pengadilan di tingkat pertama dan banding? Inilah kejanggalan dibalik penetapan Dahlan Iskan sebagai tersangka kasus mobil listrik.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kejanggalan Besar Penetapan Dahlan Iskan Tersangka Korupsi Mobil Listrik"

Posting Komentar

Apa Komentar Anda?