Ketika Jonru ‘Diusir’ Bupati Sragen

Recomended


Bagi netizen tanah air, mungkin sudah tak asing lagi sama ‘ustad online’ yang memanfaatkan media sosial sebagai ladang dakwahnya. Iya, dialah Jonru, atau yang dikenal Jonru Sinting, eh maaf, maksudanya Jonru Ginting. Hehe. Dia juga sering menggelar dakwahnya secara ofline, baik di mosala-mosala mapun di kampus-kampus dan seterusnya. Tak hanya itu, ia juga sering mengisi acara seminar seputar kepenulisan di berbagai tempat, baik skala nasional maupun internasional.

Menurut pengamatan penulis, setelah melakukan berbagai survei dengan mengecek sosial media miliknya, terutama facebok dengan akun ‘Jonru Ginting’, ada kesimpulan yang bisa saya tarik, pertama ia disukai dan yang kedua ia kerap dibenci. Bagi saya, yang membencinya adalah hal yang wajar, lantaran status-status Facebok-nya yang selalu menimbulkan kontroversi. Dan yang tak wajar ialah ketika banyak orang yang menyukainya. Dan di situ penulis tak habis pikir, “Mengapa orang seperti itu banyak juga yang suka.” Entahlah.
Nah, terkait dengannya, ada yang menarik nih untuk kita simak bersama dan kita bisa mengambil hikmah di baliknya. Ternyata masih ada orang yang sadar dan waras di negeri ini. Dan itu mereka buktikan saat menghadapi Jonru yang rencananya hendak mengisi acara dakwah di daerah Sragen Jawa Tengah, tepatnya di sebuah masjid Al-Falah (03/02/2017). Sebelum acara dimulai, banyak laporan masyarakat terkait siapa sebenarnya Jonru. Dan laporan itu pun lngsung diterima. Lalu apa langkah berikutnya? Tak tanggung-tanggung, DPRD, Polres dan Bupati Sragen pun langsung sigap dan langsung membatalkan acara itu. Dahsyat!

Jonru yang rencananya bakal mengisi di acara itu pun batal. Horeee. Setidaknya, pembatalan itu sebagai bentuk pengusiran masyarakat Sragen secara halus terhadap Jonru. Itu artinya, masyarakat sudah tahu dirinya, yang dikenal penyebar isu yang provokatif di tengah publik, bahkan ia tak jarang melakukan fitnah-fitnah, terutama fitnah yang diperuntukkan pada Pak Jokowi, orang nomor satu di negeri ini, presiden kita. Berani banget ya fitnah presidennya sendiri.



Maka itu, sudah jelas, dari hasil pengusiran yang dilakukan masyarakat Sragen, memberi sebuah sinyal pada kita semua, bahwa Jonru bukanlah pendakwah sejati. Makanya, jika kita hendak mengundang seorang Dai, undanglah Kyiai yang moderat yang cinta tanah air dan penabur kasih sayang di tengah umat, bukan malah Dai-dai yang mencoba mengadu domba antarsesama manusia; menciptakan kekacauan dengan cara mengumbar fitnah. Dan itu efeknya sangat negtaif. Bagi mereka yang tak tahu apa-apa, kemungkinan besar akan menelan dan meyakininya secara mentah-mentah. Dan ini bahaya banget bagi kebersamaan kita.

Penulis tak mau menyebut Jonru sebagai pengadu domba, tetapi pembaca bisa menilainya sendiri berdasarkan penjelasan yang sudah penulis paparkan di atas. Jika mau mengenal lebih dekat siapa Jonru, silakan, pembaca bisa mengikuti akun fecebook-nya dengan nama yang sudah penulis sebutkan di atas. Dengan melihat dan membaca rekam jejaknya, kita akan tahu sedikit demi sedikit pengaruh apa yang akan datang di tengah kita dari Si Jonru, apakah ia berpotensi merusak tatanan masyarakat NKRI atau tidak; apakah ia berpotensi menyulut api perpecahan di antara kita atau tidak, silakan, pembaca bisa menilainya sendiri.

Yang jelas, menjadi manusia sejati itu sangat sulit, dan saa ini kita sedang mencoba untuk mengarah ke sana. Oleh karena itu, untuk menjadi manusia sejati, kita tak bisa mengandalkan orang-orang yang tak memiliki kapasitas. Dan orang semacam Jonru itu salah satunya, masih banyak Jonru-Jonru lain yang akan memperlambat langkah kita untuk menjadi manusia yang selalu memanusiakan manusia. Maka, pintar-pintarlah dalam mencari panutan hidup.

Salam damai, salam dua jari.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ketika Jonru ‘Diusir’ Bupati Sragen"

Posting Komentar

Apa Komentar Anda?