Mempelajari Whatsapp (terduga) Rizieq-Firza, Belajar dari Novel Bamukmin

Recomended


Anda ragu dengan kebenaran Whatsapp yang diduga hasil percakapan Rizieq-Firza? Mari kita pahami dengan kepala Novel ‘Fitsa’. Sebelum bicara tentang Whatsapp ‘Bahagia’ itu, saya akan paparkan sedikit dan sekilas singkat saja tentang kejadian Bendera Merah Putih berkaligrafi tulisan Arab dan pernyataan Novel.

BAG I: NOVEL dan BENDERA MERAH PUTIH KALIGRAFI TULISAN ARAB
Ingat Bendera Merah putih dengan kaligrafi tulisan Arab? Kejadiannya sekitar pertengahan bulan Januari 2016 kemarin. Rombongan FPI dan elemennya saat itu berdemo di depan Mabes Polri, tepatnya Senin 16 Januari 2017. Disitulah muncul Bendera Merah Putih dengan modifikasi tulisan Arab di atasnya.

Tiga hari setelahnya, Novel Bamukmin mengatakan bahwa ia melihat dan mengakui adanya bendera itu. Dengan semangat heroik kebangsaan, dia mengaku sudah mengamankan bendera itu. Si pembawa bendera bukan dari kalangan FPI. Alasannya? Tidak menggunakan baju koko dan pernak-pernik khas muslim, katanya.

Sambil mengaku mengamankan dan berjiwa kebangsaan, dia menawarkan kambing hitam dengan mengatakan, ”Atribut yang amanin bukan polisi, tapi kita. Karena itu fitnah buat kita. Kita lagi konsentrasi mendengarkan orasi. Kita nggak mau terpecah konsentrasi dengan hal itu. Kita enggak tahu itu penyusup, intel, atau provokator.” SUMBER

Singkatnya begini :

Novel mengetahui ada yang membawa.
Novel mengamankan dengan menggulung bendera.
Novel mengatakan pembawanya bocah ABG non-FPI (yang mungkin penyusup, intel, atau provokator).
Setelah itu, Novel tidak memperhatikan karena konsentrasi pada orasi.
Mari kita lihat video di bawah ini. Bendera itu tidak digulung dan tetap berkibar, bahkan seluruh peserta demo bernyanyi Indonesia Raya di belakangnya.

VIDEO



Setelah video di atas ini menjadi viral, saya tidak menemukan pernyataan lanjutan apapun lagi dari Novel Bamukmin. Mungkin malu atau mungkin tidak ada wartawan yang bertanya lagi, kita tidak tahu. Diam bisa berarti benar bahwa salah atau salah tapi tidak bisa mengaku salah. Bila benar, orang semacam Novel pasti akan berteriak lantang. Salah saja bisa berteriak, apalagi benar. Nah, kali ini dia diam.

NB: Dia sempat berdalih bahwa bendera yang dia gulung berbeda dengan bendera yang dibawa dengan motor. SUMBER Dengan kata lain, Novel berbohong atau FPI-oknum punya lebih dari satu bendera semacam itu. Apapun itu, bendera semacam itu berkibar sambil diiringi Indonesia Raya. Novel harusnya ada di sana dan melihat yang sama. Dia gulung yang satu, sedangkan yang lainnya dibiarkan berkibar maksudnya? Kepalanya memang begitu isinya. Maafkan dia.

BAG II: TERDUGA RIZIEQ – FIRZA DALAM WHATSAPP “BAHAGIA”

Novel Bamukmin satu FPI dengan Rizieq Shihab. Dengan mengandaikan kedekatan mereka di organisasi sosial yang sama, maka tidak menutup kemungkinan cara pandang pada realitas juga sama.
Whatsapp beredar dari Anonymous tentang phone-sex paket hemat (karena menggunakan pulsa ‘data’) antara terduga Rizieq dan terduga Firza. Keduanya masih diduga, belum dipastikan. Keduanya juga saling menyangkal. Prinsipnya begini, apapun yang bisa mengaitkan mereka dengan konten vulgar isi Whatsapp tersebut adalah tidak benar.

“Menyangkut video yang beredar saya dari FPI dan GNPF MUI, hanya bisa mengatakan video yang beredar itu semuanya fitnah, dan itu merupakan ujian dari perjuangan kita,” ungkap Rizieq di Polda Metro Jaya, Sudirman, Jakarta Selatan 1 Februari 2017. SUMBER

Untunglah Penyidik Polda Metro Jaya bukan manusia kepala fitsa, otak mereka canggih, maka mereka langsung melanjutkan temuan itu dengan mencocokan background pada foto dengan lokasi tempat diambilnya foto. Ternyata cocok. Barang bukti pun dibawa untuk diamankan. SUMBER

Dari sana minimal ada beberapa fakta terkuak sedikit :

Benar, rumah yang ditinggali Firza adalah lokasi pemotretan (televisi, ubin kamar mandi, dsb).
Hampir benar, bahwa perempuan di dalam foto adalah kemungkinan besar pemilik rumah. Kurang masuk akal bila seseorang melakukan foto syur tapi menumpang di rumah tetangga. Apalagi bila itu sifatnya spontan. “Kirim fotonya dong sayang…” Menjadi kurang masuk akal bila menjawab,“Sebentar ya aku ke rumah tetangga dulu untuk pinjam kamar mandi dan kamar tidur, biar angle foto lebih bagus karena pencahayaan di tetangga lebih fokus.”
Namun, sejauh ini, belum bisa langsung dikaitkan dengan Rizieq. Terduga Firza bisa saja dengan siapapun yang memiliki horny tinggi sekaligus ilmu agama-tapi-teori yang mumpuni. Kalimat yang digunakan kadang bernuansa agamis, walaupun kegiatan yang menyertai kalimat itu sedikit bernuansa kafir-is. Entahlah, untuk sementara ini hanya Firza yang tahu persis siapa. Kita sebenarnya tahu hanya saja kurang persis.

BAG III: BELAJAR DARI NOVEL UNTUK MEMAHAMI KASUS RIZIEQ – FIRZA

Bagaimana supaya Rizieq diam? Entah itu diam karena salah atau diam karena diam-diam sebenarnya salah. Dengan cara berpikir Novel Bamukmin, kita memang tidak bisa semena-mena menyalahkan Rizieq. Mereka sepaket dalam organisasi yang sama. Jangan paksakan Rizieq mengaku, mustahil dalam hal apapun, sama seperti Novel. Pemeriksaan berapa jam pun, tidak ada manfaatnya.

Jadi bagaimana caranya agak Rizieq diam? Buat video Rizieq-Firza menjadi faktual lalu viral. Gosipnya berlokasi di Dharmawangsa, durasi sekitar 2-3 menit, format 3 Gp, benarkah? Kalau benar, itu viralkan saja sama seperti video bendera merah putih modif. Kemungkinan keberhasilan untuk mendiamkan Rizieq akan lebih tinggi dari pada mengajak klarifikasi berjam-jam. Anonymous mungkin sedang menunggu momen?

Sama seperti Novel, apapun usaha Rizieq untuk menyangkal akan kehilangan nilai faktual banyak ketika video menjadi viral. Bila video itu memang ada ya. Bila tidak ada ya jangan berharap banyak pengakuan. Tidak mungkin seseorang rela meninggalkan kariernya di dunia ketika di Surga jelas sudah tidak ada peluang kerja.

NB : pihak Kepolisian katanya hendak mempertemukan Rizieq dan Firza untuk silang informasi. Nah! Ini bisa jadi alternatif. Hanya ada dua hal di dunia ini yang paling berbahaya, mantan tak dianggap dan kekasih sakit hati. Keduanya sama-sama berpotensi membuka fakta, baik sengaja maupun tidak disengaja.

Sekian dari Kepala Rusa untuk Kura-kura.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mempelajari Whatsapp (terduga) Rizieq-Firza, Belajar dari Novel Bamukmin"

Posting Komentar

Apa Komentar Anda?