Menanti Sua Jokowi dan SBY

Recomended


inspirasisolusi.com - Kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terus bergulir bak bola liar. Tak lama setelah persidangan kedelapan, yang digelar di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Ahok kembali dianggap memojokan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin dalam sidang tersebut.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum menghadirkan Ma'ruf Amin dalam sidang Ahok sebagai saksi. Ma’ruf dihadirkan karena MUI telah mengeluarkan fatwa penistaan agama, yang menyebabkan Ahok terseret ke meja hijau.

Sidang ke-8 ini juga membuat Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bereaksi. Pemicunya, ketika tim kuasa hukum Ahok menyebut SBY telah menelepon Ma'ruf terkait fatwa penistaan agama.

Dalam keterangan persnya, Rabu 1 Februari 2017, SBY membenarkan ada percakapan melalui telepon antara dia dan Ma'ruf Amin pada 7 Oktober 2016.

"Percakapan itu ada, tapi tidak ada yang berkaitan dengan MUI," ujar SBY di Jakarta, Rabu 1 Februari 2017.

Namun, SBY pada saat ini juga mengungkapkan kekhawatirannya bahwa handphone-nya disadap.

"Kalau bukan Pak Ahok atau timnya yang menyadap, saya juga mohon ke negara untuk mencari siapa yang menyadap," ujar dia.

Dia juga meminta Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberikan penjelasan jika memang penyadapan yang dilakukan adalah berasal dari lembaga negara.

"Saya mohon Pak Jokowi berkenan memberi penjelasan transkrip sadapan itu. Siapa yang menyadap. Supaya jelas yang kita cari kebenaran," ujar SBY.

Namanya disebut-sebut dalam kasus ini, Presiden Jokowi saat dikonfirmasi mengungkapkan keherananannya. "Lah kok barangnya dikirim ke saya. Iya. Ya enggak ada hubungannya," kata Jokowi di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis 2 Februari 2017.

Jokowi menilai, segala hal yang muncul dalam persidangan bisa ditanyakan langsung kepada yang sedang beperkara. Ini juga termasuk soal dugaan adanya komunikasi antara SBY dan Ma'aruf Amin.

"Itu juga isu pengadilan tanyakan ke sana, tanyakan yang berbicara, tanyakan. Jangan barangnya dibawa ke saya. Yang bicara itu isu pengadilan kok," imbuh Jokowi.

SBY pun ingin bertemu dengan Jokowi untuk mengklarifikasi soal tudingan makar. "Sayang sekali saya belum bertemu dengan Pak Jokowi. Kalau saya diberi kesempatan, saya akan bicara blak-blakan dengan Pak Jokowi," ujar SBY.

Namun, ia mengaku mendapat laporan bahwa sebenarnya Presiden Jokowi juga ingin bertemu dengan dirinya tapi dilarang oleh beberapa orang. "Konon, ada tiga sumber bilang sama saya, beliau (Jokowi) ingin ketemu dengan saya. Tapi ada dua atau tiga orang melarang ketemu saya," ujar SBY.

SBY pun heran dengan seseorang yang bisa melarang presiden bertemu dengan mantan presiden. "Wah hebat juga yang bisa melarang Presiden ketemu saya, sahabatnya, yang juga mantan presiden," kata Ketua Umum Partai Demokrat itu. (liputan6)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Menanti Sua Jokowi dan SBY"

Posting Komentar

Apa Komentar Anda?