Minta Ma’ruf Amin Sabar, SBY Lalu Lanjut Pencitraan, Maunya Apa sih?

Recomended


Orang bilang susah untuk move on dari mantan, baik itu mantan pacar, mantan pegawai atau mantan suami sekalipun. Apa yang kita miliki sekarang memang sering kita banding-bandingkan dengan apa yang kita miliki sebelumnya, dan ini menurut saya wajar. Terus mengenang emas yang pernah ada di genggaman kita ketika kita melihat berlian yang ada di genggaman orang lain adalah manusiawi, dan kita semua sedikit banyak pasti kerap memendam perasaan seperti ini.

Namun tidak elok jika kita merindukan apa yang pernah kita miliki lalu ingin membuat orang lain kehilangan barang yang sama. Ini lah menurut saya yang kerap dilakukan seorang mantan presiden yang kita punya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengenakan mahkota kekuasaan selama 10 tahun namun setelah lebih dari 2 tahun pun masih belum dapat menerima kenyataan bahwa kini mahkota itu dikenakan di kepala orang lain.
Lewat Twitter lagi, pak mantan satu ini kembali berpolitik dan mencoba membodohi orang-orang yang tidak pandai membaca ucapan seorang politikus. Cuitan pertamanya tadi sore bertujuan untuk berlagak menjadi korban dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin, sekaligus mencoba memprovokasi umat muslim lainnya agar terkesan ulama mereka ditindas. Cuitan keduanya lalu acting cinta kerukunan dan persatuan, benar-benar dagelan lucu dari seorang mantan untuk membohongi masyarakat yang lugu dan polos.

Playing Victim dan Lanjut Pencitraan

Pak SBY, permainan politik Anda bagi saya benar-benar kotor. Pak Ahok telah merendahkan dirinya dengan meminta maaf jika memang maaf itu dapat membuat banyak orang tenteram dan meredam potensi konflik akibat provokasi dari tim sukses (anak) Anda. Pak Ahok telah merelakan martabatnya untuk diinjak-injak oleh Anda dari belakang dan haters Ahok serta pendukung anak Anda dari depan.

Tapi Anda sebagai seorang negarawan bukannya tobat malah masih saja mencoba menambahkan minyak ke api yang sedang coba dipadamkan oleh banyak orang. Ma’ruf Amin sudah memaafkan Ahok, dan situasi sedang coba dikendalikan oleh para aparat penegak hukum yang bersilaturahmi dengan Kyai di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Tapi sekarang Anda lagi-lagi mau menyulut api dan kembali memaksakan teori disadap, teori versi Anda yang terus coba ditanamkan ke benak warga Indonesia untuk menjelekkan pemerintahan yang sekarang.

Berpura-pura sebagai korban atau playing victim adalah keahlian Anda sejak dulu, jadi saya tidak heran. Tapi sekarang Anda mencoba menyeret seorang Ma’ruf Amin menjadi rekan Anda yang tertindas dengan mencuit kalimat ‘mohon sabar dan tegar’, sebenarnya apa yang perlu disabarkan dan ditegarkan oleh Ma’ruf Amin yang memberikan kesaksian palsu di persidangan? Yang perlu sabar dan tegar itu Ahok yang dirugikan oleh ingin mencari keadilan di negeri ini lewat persidangan namun masih saja dibentur-benturkan dengan isu agama yang digoreng-goreng itu.

Lalu Anda lanjut pula mengeluarkan cuitan lagi, sekarang bilang “Tidak ada yang lebih membahagiakan selain bangsa ini rukun dan bersatu.” Anda pura-pura bodoh atau apa sehingga Anda tidak tahu bahwa yang membuat tidak rukun justru adalah konferensi pers dan cuitan-cuitan Anda yang semua saya curigai dilakukan demi anak Anda?



Tujuan Anda di cuitan kedua itu apa Pak? Setelah banyak orang menganggap Anda adalah salah satu provokator yang merusak kerukunan dan kesatuan bangsa kita, sekarang Anda nge-tweet bilang kerukunan dan kesatuan bangsa ini membahagiakan Anda. Anda sedang pencitraan ya Pak agar anak Anda mendapatkan suara dari citra penjaga kerukunan dan kesatuan yang coba Anda bangun? Sungguh geli saya melihat permainan politik Anda.

SBY Pura-pura Bodoh atau Apa?

Anda katanya punya banyak gelar doktor kehormatan dari banyak universitas di seluruh dunia Pak, tapi Anda ini pura-pura bodoh atau apa? Masa Anda tidak lihat pemberitaan bahwa polisi, BIN hingga Menkominfo udah memastikan bahwa tidak ada yang menyadap Anda? Masa Anda tidak tahu bahwa Ma’ruf Amin bukan tertindas namun melakukan kebohongan di persidangan di bawah sumpah?

Di mata saya tujuan Anda sangat jelas, namun disayangkan banyak orang di Indonesia yang tidak melek politik pasti akan termakan oleh permainan Anda. Sungguh keji permainan politik yang coba Anda mainkan Pak. Bagi saya yang Anda lakukan ini lebih keji dari menyebar hoax, karena Anda adalah mantan presiden yang bermain politik dengan mengorbankan masa depan bangsa yang pernah Anda sendiri pimpin selama 10 tahun.

Yang kau dapatkan adalah kepuasan politik dari menurunnya elektabilitas lawan Anda, tapi yang kau korbankan adalah kerukunan hidup beragama di negeri ini.

Yang coba kau raih adalah kekuasaan dan yang mendorongmu adalah kekuatan nafsu akan mahkota raja, tapi yang kau bakar adalah persatuan dan kesatuan bangsa yang berdasarkan Pancasila ini.

Penutup

Kalau Anda bilang bagi Anda tidak ada yang lebih membahagiakan selain melihat bangsa ini rukun dan bersatu, saya ajarkan satu cara agar Anda bisa berbahagia ya Pak: “Sssssttttttttttttt….!!!” Diam saja lah Pak tidak usah provokasi atau berlagak menjadi korban apalagi pencitraan.

Saya tiba-tiba berpikir bahwa jangan-jangan gestur ‘sst’ dari Pak Antasari dan Presiden Jokowi sebenarnya ditujukan untuk Anda. Bisa saja loh, karena pasti pembicaraan antara Pak Antasari dan Presiden Jokowi ada membahas Anda yang kerap memprovokasi demi kepentingan politik ini. Hahahahahaha.

Pak SBY, Anda ingin hidup berbahagia? Kerukunan dan kesatuan bangsa ini mungkin akan perlahan-lahan dirajut kembali ketika Anda diam.

Pak Jokowi dan Pak Ahok, pemimpin negeri kita, mohon sabar dan tegar. Jika kalian selalu menjadi sasaran permainan politik kotor oleh si mantan, sasarannya bukan kalian pribadi, tapi adalah mahkota kekuasaan yang ada di kepala kalian. Kita percaya Allah Maha Adil.

Dari sebatang pohon yang ingin berdiri kokoh dan tegar di tengah badai dan topan………

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Minta Ma’ruf Amin Sabar, SBY Lalu Lanjut Pencitraan, Maunya Apa sih?"

Posting Komentar

Apa Komentar Anda?