Saya Membela Ahok Karena Akal Sehat, Apa Saya Salah?

Recomended


Sejak kemarin saya banyak dihubungi kawan yang berasal dari pendukung calon sebelah bahwa saya terlalu membela Ahok. Saya terlalu menutup mata terhadap kasus-kasus Ahok yang banyak menyita perhatian orang. Sejurus kemudian saya memberikan jawaban atas tuduhan tersebut bahwa saya bukannya membela Ahok , tapi membela akal sehat, membela kejujuran dan membela orang yang apa adanya. Bukan malah membela pribadi dengan perilaku yang dibuat-buat menjelang masa kampanye saja. Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi statemen saya tersebut.
Pertama, saya hanya membela orang yang jujur. Sejauh pengamatan saya, dari ketiga calon yang bertarung di Pilgub DKI 2017, hanya AHok lah yang jujur perihal pribadi dan pembawaan yang apa adanya. Bukan polesan semata atau malah hasil belajar public speaking menjelang debat. Ahok berani melawan birokrasi bobrok DKI dengan menerapkan berbagai macam kebijakan agar maling-maling uang rakyat DKI tidak bisa lagi menggarong uang rakyat. Apakah ini bukan membela akal sehat namanya?

Kedua, Konsep yang ditawarkan Ahok sesuai dengan fakta dan kebutuhan lapangan. melihat dua edisi debat Pilgub DKI, harus diakui bersama bahwa apa yang dipaparkan Ahok adalah yang paling real dan jelas sasarannya. Dua kandidat lain hanya menyampaikan retorika semata tanpa diukung data dan fakta yang ada di lapangan. bahkan, Anis pernah memaparkan data yang salah dan tidak sesuai. Solusi-solusi yang disampaikan Ahok pun punya kualitas lebh baik dan realistis. Ahok tidak memberikan solusi yang muluk-muluk seperti mengapungkan pemukiman warga, ataupun hiburan malam berbasis syariah. Ahok hanya menawarkan solusi yang tepat dan realistis serta mampu dicerna oleh akal sehat. Apakah saya salah membela Ahok dalam hal ini?

Ketiga, dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok sangat berbau amis politik. Bagaimana tidak, tumntutan-tuntutan yang disampaikan ke ahok dalam pengadilan sangat tidak masuk akal dan cenderung dibuat-buat. Hal ini semata-mata untuk menurunkan elektabilitasnya yang sangat tinggi saat itu. Kalau memang benar Ahok menistakan Islam pada saat pidato di Kepulauan Seribu, bukankah masyarakat yang hadir akan ‘menghajar’ AHok karena menistakan agamanya karena hampir seluruh yang hadir adalah muslim? Tapi, kenyataannya mereka malah menikmati paparan dari AHok dan tidak mempermasalahkan pernyatannya tersebut. Apakah saya salah kalau membela Ahok? Akal sehat saya cenderung tidak menerima adanya kasus ini.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Saya Membela Ahok Karena Akal Sehat, Apa Saya Salah?"

Posting Komentar

Apa Komentar Anda?