Semua Karena Ahok

Recomended


inspirasisolusi.com - Dikit-dikit pasti Ahok. Apa-apa pasti Ahok. Ahok hadir menjadi bagian pemerintahan kota Jakarta sejak tahun 2012. Sadar atau tidak, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok telah menjadi magnet dalam perpolitikan Indonesia, terutama di Jakarta. Banyak yang suka, tetapi tidak sedikit yang menyanggah. Karena Ahok regulasi dibuat.


Karena Ahok pula kepala-kepala daerah bagus di tempat lain mau ditarik ke Jakarta untuk menantang mantan Bupati Belitung Timur itu. Semuanya itu karena Ahok terlihat ‘perkasa’. Ada yang memuji, menyanjung, menganggapnya pahlawan, tetapi banyak juga yang mencibir, mencaci maki dan menganggap tidak ada. Cibiran dan makian itu menjadi pertikaian dan bumbu yang sedap dalam perpolitikan di Indonesia.

Berikut beberapa orang yang pernah bertikai dengan Ahok :
1. Abraham Lunggana
Siapa yang tidak mengenal orang yang satu ini. Beliau adalah salah seorang anggota DPRD DKI Jakarta. Sejak Ahok masuk ke Jakarta tahun 2012, orang ini telah memulai pertikaiannya dengan Ahok. Berikut beberapa komentar Abraham Lunggana mengenai Ahok :
 Ketua DPW PPP, Abraham Lunggana atau akrab disapa Lulung, menyebut Ahok sebagai psikopat. “Saya pantas menyebut kalau Ahok psikopat. Kenapa bisa bilang begitu? Saya sudah bertemu dengan dokter yang menanganinya. Saya juga sudah ketemu teman-teman dia saat masih di Gerindra,” ujar Lulung.

 Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana menyesalkan sikap Gubernur DKI Jakarta yang menggunakan aparat gabungan dalam melakukan penertiban di lokalisasi Kalijodo, Jakarta Utara. “Maha benar Ahok dari kelakuannya ini luar biasa. Saya prihatin, rakyat sedang menghadapi penguasa yang tidak peduli kepada rakyatnya, mengutamakan kegaduhan,” kata Lulung.

 Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Lulung bimbang dengan janjinya yang akan mengiris telinga jika Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berani menggugat hasil audit BPK ke pengadilan. Lulung meralat ucapannya soal batas waktu eksekusi iris telinga yang dijanjikan. “Mana? Gue kasih waktu dua hari ke Ahok kok. Kalau lewat dua hari, ya enggak bisa,” kata Lulung di Warung Daun, Cikini, Jakarta.

 Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana mengatakan, tidak masalah jika memang benar Partai Golkar mendukung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dalam Pilkada 2017. “Kita menghargai, ini kan belum putus dong partai-partai mendukung Ahok. Itulah yang menjadi membingungkan masyarakat,” kata Lulung. “Kita harus percaya sekarang. Orang Sumber Waras aja enggak masalah. Ahok the best of the best lah di Indonesia,” ujar dia.

2. Ahmad Dhani
 Tudingan pertamanya adalah menyebut Ahok terlibat dalam kasus korupsi Rumah Sakit Sumber Waras yang kini tengah diusut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Siapa saja yang ada di belakang Ahok, KPK, presiden. Kalau korupsi kita sikat, kita sikat,” kelakarnya. “Jokowi melindungi Ahok sangat kuat. Saran saya kepada Jokowi, Ahok dilepas saja, daripada memberatkan pada 2019 (pilpres),” tuturnya.

 Ia bahkan sesumbar akan menolak berapapun jumlah rupiah jika disuruh memberikan dukungan kepada Ahok. “Kalau kita sudah jelas sudah enggak mungkin saja dengan Ahok. Jadi saya kalau dibayar Rp 1 triliun jadi wakilnya Ahok juga enggak mau. alasannya karena saya masih beriman, dan bermartabat.

 musisi senior itu menuding Ahok, sapaan Basuki sebagai pria yang tidak normal, terkait tuduhan maling yang diarahkannya kepada Yusri Isnaeni, warga Koja, Jakarta Utara saat menanyakan penggunaan KJP anaknya.

 Salah satu sikap Ahok yang selalu memecat bawahan yang dianggapnya berbuat kesalahan disebutnya bukan cara tepat memimpin bawahan.”Saya mungkin tidak akan melakukan banyak pemecatan dan akan lebih melakukan pembinaan. Karena mecat orang itu pekerjaan paling gampang, nah membina tuh yang susah,” ujarnya.

 Bos Republik Cinta Manajemen itu mengatakan Presiden Joko Widodo akan membekingi Ahok dalam perhelatan Pilgub DKI Jakarta 2017 nanti. “Yang saya pahami Ahok diback up 100 persen oleh Jokowi. Kemenangan Ahok nanti adalah kemenangan Jokowi,” kata Dhani

 “Saya tak yakin Ahok lebih pintar dari saya. Cuma masalah kesempatan, dia dapat kesempatan. Saya kurang finansial saja. Yang lain saya kuat,” terangnya.

3. Front Pembela Islam (FPI)
 Front Pembela Islam ( FPI) telah memiliki gubernur DKI sendiri. “Kami dari presidium penyelamat Jakarta baru menetapkan KH Fachrurozi sebagai gubernur tandingan. Kami lebih memilih dipimpin oleh putra asli betawi yang keturunan langsung dari Si Pitung,” kata salah satu orator

 Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman, mengatakan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri harus mengusut tuntas kasus dugaan penistaan agama Islam yang menyeret Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok). Jika tak diusut, Munarman mengancam bergerak sendiri. Kasus yang menjerat Ahok sudah masuk kategori perkara sulit. Alasannya, Munarman menyebut kasus tersebut sudah memenuhi tiga syarat, yakni dilindungi oleh organisasi tertentu dalam negeri, pelaku merupakan pejabat dan pelaku tidak beres. “Saya liat ini tiga syaratnya ada. Dilindungi atau diproteksi oleh organisasi tertentu. Syarat berikutnya dia menjabat sebagai Gubernur DKI. Ketiga sakit jiwa, ya jangan-jangan dia benar gila,” tandasnya.

 Juru Bicara FPI, Munarman menjelaskan, Pilkada DKI tahun 2017 hanya diikuti oleh dua pasangan calon, yaitu pasangan nomor urut satu, Agus Yudhoyono- Sylviana Murni dan pasangan nomor urut tiga, Anies Baswedan- Sandiaga Uno.

 “Kalau ditemukan ada intervensi, kalau presiden ingin mengangkangi kami minta wakil rakyat untuk lakukan Sidang Istimewa MPR untuk meminta pertanggungjawaban presiden yang telah merusak tatanan penegakan hukum di Indonesia,” kata Rizieq dalam pertemuannya dengan dua Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah di Gedung DPR

 Julukan barisan ‘Anti Ahok’ tak salah disematkan ke Front Pembela Islam (FPI). Pelbagai macam demonstrasi dilakukan oleh ormas Islam ini untuk ‘menjatuhkan’ Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

 Front Pembela Islam (FPI) kembali bergerak melaporkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atas dugaan melakukan tindak pidana korupsi. Mereka mengklaim berdasarkan laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terdapat kerugian negara mencapai Rp 2 triliun. Ketiga kasus itu adalah kasus nilai penetapan penyertaan modal penyerahan aset Pemprov DKI kepada BUMD Transjakarta, penyerahan aset Pemprov luas tanah 230 meter untuk apartemen dan pembelian tanah Rumah Sakit Sumber Waras.

4. M. Taufik (anggota DPRD DKI)
 Menurut Taufik, melesatnya posisi Ahok sebagai gubernur Jakarta hanya karena faktor keberuntungan. Taufik menjelaskan bahwa Ahok duduk di kursi gubernur karena ditinggal pasangannya, Joko Widodo (Jokowi) yang terpilih menjadi Presiden RI di Pilpres 2014. “Ahok itu kan belum pernah dipilih. Jadi rakyat Jakarta terpaksa punya Gubernur Ahok,” ujar Taufik

 Wakil Ketua DPRD DKI tersebut menilai Ahok tidak layak memimpin Jakarta karena menambah angka kemiskinan. “Ahok itu menambah kemiskinan. Jadi kalau dia terpilih lagi jangan salahkan siapa-siapa,” ujar Taufik.

 Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) menulis disposisi ‘gila’ dalam bahasan pasal kontribusi tambahan Raperda terkait reklamasi. Terkait disposisi Ahok, Taufik memyebut itu hanya upaya mencari muka dari eksekutif. “Saya enggak tahu kalau orang eksekutif mau cari-cari muka, Pak Gubernur kasih saja. Padahal itu udah selesai tanggal 22 (Februari 2016). Di draf 2 sudah jelas-jelas, kontribusi tambahan peraturan peraturan gubernur,” kata Taufik.

 Ia mengapresiasi majunya Ahok sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta. “Saya ingatkan, sebagai kawan sudahlah urusin saja dulu Sumber Waras (RS Sumber Waras), jangan tambah masalah lagi. Menurut saya saat ini rakyat kita harus diberikan pencerahan yang lurus,” kata M Taufik

5. Partai Demokrat
 Front Pembela Islam (FPI) mendaulat Ketua Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) Fachrurozi Ishaq menjadi Gubernur DKI Jakarta tandingan. Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Demokrat Achmad Nawawi mendukung aksi yang dilakukan oleh organisasi berlandaskan agama Islam ini. “Boleh saja berdemo dan saya dan anggota DPRD DKI siap untuk menampung aspirasi mereka. Asalkan tidak ricuh dan rusuh,” ungkapnya di depan Gedung DPRD DKI Jakarta

 Menurut Lazarus, jika memang Ruhut mendukung Ahok, semestinya Ruhut tak perlu banyak bicara. Karena jika Ruhut banyak bicara justru itu akan menyakiti para kader dan pengurus Demokrat di DKI. “Silakan kalau (Ruhut) mau dukung Ahok, itu hak pribadi, enggak usah banyak bicara, karena itu bisa menyakiti kami seluruh kader dan pengurus di DKI yang punya harapan agar Partai Demokrat dalam hal ini majelis tinggi yang diketuai Pak SBY bisa memberikan kesempatan kepada kadernya yang terbaik di DKI yakni Pak Nachrowi Ramli (Nara),” kata Lazarus.

 Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mempersilakan Ruhut untuk mundur bila tetap ngotot membangkang keputusan partai. “Aku hanya bilang, di mana negara ini apalagi partai politik mau maju kalau cara berfikir tokohnya seperti tukang parkir. Karena hanya pekerjaan tukang parkir lah yang mengatakan mundur-mundur, kiri-kiri kanan, setop, gopek bang. Iya (Ibas) kayak tukang parkir,” kata Ruhut.

6. Ratna Sarumpaet
 Ratna mengaku mulai muncul ketidaksukaan pada Ahok pada saat kegiatan keagamaan Idul Qurban tahun 2014. Ahok menurut Ratna justru tidak menghormati keberagaman dengan melarang pemotongan hewan qurban di sembarang tempat dan harus di RPH (Rumah Potong Hewan). “Pak Ahok menurut saya apabila dibilang salah dia akan marah besar. Menurut saya seperti itu kurang tepat. Manusia itu pasti ada salah salahnya lah. Dari situ lah kita belajar,” katanya.



 “Gila, tahun 1998 saya dipenjara, dikejar-kejar, mempertaruhkan nyawa untuk mendapatkan demokrasi yang seperti sekarang ini. Lalu, kemarin saya diamankan (polisi), itu kan kurang ajar,” ujar Ratna. “Saya juga bisa persoalkan ini, tetapi saya malas karena itu artinya saya melawan seorang Ahok. Ngapain lawan dia? Ini orang sakit kalau menurut saya. Semua orang dilawan kok. Dia harus memerangi akalnya dulu kalau menurut saya,” ujar Ratna.

 Ratna Sarumpaet secara langsung sudah menuding Ahok korupsi dalam kasus pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras. “Saya yakin 99 persen, Ahok korupsi di Sumber Waras!” katanya.

 Ratna menuding Ahok adalah seorang pemimpin yang tidak pernah pro-rakyat, tetapi semata-mata hanya pro-investor. Tidak ada satu pun proyek Ahok yang dibangun untuk rakyat, semuanya adalah demi investor. Seperti dalam kasus Kampung Pulo dan Kalijodo. “Tidak perduli rakyat mau jadi, apa, kek!” serunya

 Ratna berteriak, “Kita tidak dukung calon yang korupsi!”. Ratna berkata, dia punya bukti, dan yakin 99 persen Ahok korupsi di Sumber Waras. “Kalau (Ahok) tidak korupsi, kenapa tidak datang saja ke KPK?”

 “Ini orang dilindungi oleh kekuasaan yang saya tidak tahu entah dari mana? Membuat ia terus bisa lari dari KPK! Itu persoalan bagi saya!” kata Ratna.

7. Amien Rais
 Saat pasangan ini menang, Amien langsung mengeluarkan pernyataan yang kontroversial. Katanya, kemenangan pasangan Jokowi-Ahok akan mengancam iklim demokrasi. “Sebab, Ahok ini didukung pebisnis. Saya tak menyebutnya etnis,” kata Amien

 Kini, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) ini kembali nongol. “Pilih yang jujur, yang cinta rakyat kecil. Yang bukan tukang gusur, bukan yang meladeni kepentingan pemodal,” kata mantan Ketua Umum PAN ini

 Karena sikapnya yang arogan itu, Amien menilai Ahok tidak layak menjadi seorang pemimpin. “Ini bukan masalah SARA, tetapi dia memang tidak layak menjadi pimpinan. Jangankan presiden, gubernur saja bagi saya kurang pantas,” kata Amien.

 Amien mencurigai di balik semua keangkuhan itu ada sebuah kekuatan besar. “Kita sedang menghadapi political Goliath, yang di belakangnya ada media Goliath, ada networking international Goliath,” ujar Amien.

 Karenanya, agar sang calon itu bisa ditumbangkan, ia meminta masyarakat DKI bersatu padu. “Kita perlu bergabung, from buruh, from NGO, from ulama, from polisi, from student. Kalau ini digalang, si pekok ini bisa dikalahkan,”ujar dia.

 “Ahok ini sombongnya menyundul langit. Jadi jangan sampai nanti si Dajal ini menang,” ujar Amien. Selain itu, Amien Rais juga menyebut Ahok sombong, “Ahok ini sombongnya menyundul langit, sombong sekali. Tapi dalam sejarah tidak ada orang sombong menang,” kata Amien.

8. Mendagri Tjahjo Kumolo
 Ahok mengajukan diri untuk dapat memimpin kementerian yang tengah dipimpin Tjahjo Kumolo itu. “Tolong Pak Dirjen Mendagri, bukan saya kritik ini pak, saya sanggup jadi Mendagri yang baik ini pak. Karena saya pernah bikin partai, jadi sekjen partai, dan 2,5 tahun di Komisi II DPR. Saya orang keuangan,” jelasnya.

 Ahok juga pernah membuat Mendagri Tjahjo geram dengan usulan pembubaran Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Ahok usul IPDN dibubarkan karena ada permainan pos anggaran. “Saya bilang ke presiden, Pak Jokowi saya punya 3 formula nih pak. Presiden nanya, Apa itu?, saya jawab, pertama pecat, kedua pecat dan ketiga pecat,” kata Ahok. Tjahjo geram dan balik menyindir Ahok. “Tanya Ahok dong, kan Pak Ahok lebih hebat,” kata Tjahjo.

 Saat itu Ahok masih menjadi Wakil Gubernur DKI. Ahok berseteru lantaran Gamawan meminta Ahok mempertimbangkan kembali Susan Jasmine Zulkifli sebagai lurah Lenteng Agung. “Dia harus belajar konstitusi. Menurut saya Mendagri itu perlu belajar tentang konstitusi. Ini negara Pancasila, bukan ditentukan oleh orang tolak atau tidak tolak,” tegasnya saat itu.

9. Wakil Ketua DPR Fadli Zon
 Fadli Zon dikenal ‘rajin’ mengkritik Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat kasus pembelian sebagian lahan RS Sumber Waras. “Menurut saya dalam hal ini kerugian nyatanya sudah jelas jadi bahwa dia (Ahok) terlibat langsung atau tidak langsung itu juga sudah nyata. Itu clean and clear,” katanya

 Pemeriksaan Ahok di KPK juga dijadikan bahan untuk menyerangnya. Fadli berdoa agar rakyat bisa melihat Ahok mengenakan rompi tahanan KPK. “Ini jurus orang mabuk saja gitu ya. Apalagi dia mengatakan umur panjang dan berdoa, saya kita ini sudah jurus halusinasi. Saya kira kita mudah-mudahan berumur panjang sampai dia (Ahok) mendapat rompi oranye (di KPK rompi oranye dipakai oleh tersangka) untuk mempertanggungjawabkan apa yang dia lakukan,” jelas dia.

 Tidak hanya itu, Fadli Zon juga cukup rajin menyerang Ahok dengan isu politik seputar Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta. Fadli menyindir Ahok yang notabene bisa menjadi pemimpin DKI Jakarta berkat dukungan Partai Gerindra di Pilgub 2012, kini justru maju melalui jalur independen.

 Ahok menyindir Fadli yang tertangkap kamera berdiri di belakang Donald Trump. Fadli juga sempat berdiri di barisan depan. “Terus bilangin lain kali kalau foto di belakang Donald Trump enggak usah cengar-cengir begitu bilang, malu-maluin tuh mukanya tuh,” kata Ahok.

10. Mantan Menko Maritim Rizal Ramli
 Publik masih ingat betul saat Menko Maritim Rizal Ramli memutuskan menghentikan reklamasi Pulau G. “Esensinya, jangan cengenglah jadi orang. Masa segala macem mau diaduin sama Presiden,” sentil Rizal kepada Ahok.

 Menko Rizal juga menyebut Ahok sebagai karyawan Agung Podomoro, perusahaan pengembang proyek reklamasi Pulau G.

 Ahok juga mengatakan bahwa jabatannya setara dengan menteri. “Eh Anda juga jangan lupa ya Gubernur DKI setara dengan menteri. Undang-undang yang tulis. Ini Gubernur DKI loh, undang-undang mengatakan khusus Gubernur DKI jabatannya setara dengan menteri,” klaim Ahok.

11. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)
 BPK mengharuskannya memberikan laporan uang makan yang pengeluarannya sehari-hari. BPK juga mengharuskan Ahok merinci hingga ke pembelian bumbu dapur, seperti cabai, bawang, garam dan lada.

 Ahok meminta petinggi BPK tidak sok suci. Mantan anggota DPR ini juga menantang pejabat BPK untuk buka-bukaan soal harta yang dimiliki. “Saya mau nantang semua pejabat di BPK yang ada, bila perlu buktikan pajak yang kalian bayar, harta kalian berapa, biaya hidup kalian, anak-anak Anda kuliah di mana. Saya mau tahu semua,” ujar Ahok.

 Ahok menuding Harry sengaja menyembunyikan kebenaran dalam audit pembelian lahan Sumber Waras. Tidak hanya itu, Ahok bahkan mengungkit nama Ketua BPK Harry Azhar yang disebut dalam dokumen Panama Papers.

12. Sekretaris Daerah Saefullah
 Ahok menuding Saefullah sengaja menggalang dukungan dari PNS untuk memuluskan langkahnya memenangkan Pilgub DKI. “Kamu kira Sekda enggak pasang orangnya, lurah, camat yang sempat saya cut ingat enggak? Yang tiba-tiba baju putih semua dilantik itu loh. Saya langsung potong kan. Kamu kira enggak pasang-pasang orang untuk kampanye? Justru lebih bahaya Sekda, dia yang menentukan semua program kita. Surat kita jalan enggak jalan semua di dia. Saya masih santai aja,” bebernya.

 Ahok meminta Saefullah tidak menusuknya dari belakang. “Saya justru sangat demen kalau saya berpolitik dengan transparan ya. Saya paling demen orang dalam itu terang-terangan ngelawan karena enggak puas. Yang enggak ngelawan kan banyak. Makanya saya sangat fair,” beber Ahok.

13. Roy Suryo
 Roy Suryo menganggap Ahok memiliki sifat kejiwaan yang kurang sehat. Bukan hanya itu, politisi Partai Demokrat tersebut juga menilai sifat Ahok kekanak-kanakkan. “Lebih baik berkata jujur bilang ke masyarakat yang sebenarnya soal Taman BMW ini. Ahok ini kurang sehat, silakan berobat ke Puri Nirmala, gratis, silakan istirahat di sana Rumah Sakit Neurologi Yayasan Puri Binangun, ini bukan sama sekali cari popularitas. Kita tak baik melakukan gibah dan suudzon di bulan Ramadan,” ujar Roy Suryo

 “Saya akan bilang ke tim verifikasi untuk hati hati. Damai urusan pribadi. Saya gak hapus pin BBM dia,” ujar Roy Suryo

 Hubungan keduanya memanas karena Ahok menyebut Kemenpora tak juga mengeluarkan rekomendasi pembongkaran Stadion Lebak Bulus. “Jadi somasi ini sebenarnya adalah peringatan, kasih sayang, antara instansi. Satu instansi dalam hal ini Kemenpora kepada Pemprov DKI Jakarta,” ujar Roy

 “Makanya saya bilang Menpora itu jangan ngomong sembarangan. Dia punya pengacara entar somasi-somasi. Kalau aku sih males somasi dia, aku takut kalau lu ngetop. Karena dia gitu. Mau ngetop aja. Mau numpang ngetop apa?,” ujar Ahok

 “Padahal yang tulis surat mau minta rekomendasi itu siapa, tahu enggak? Joko Widodo. Itu April 2014. Yang dia pernah datang ngadep. Dia pikir mau diangkat menteri lagi kali gitu. Dia datang lho ngadep Pak Joko Widodo tuh. Pak jokowi bikin surat ke Menpora, April 2014,” ujar Ahok

 Wakil Ketua Umum Partai Demokrat yang juga pakar telematika, Roy Suryo, turut berkomentar soal situs mesin pencari Google yang mengoreksi pencarian “sungai bersih karena Foke” menjadi “sungai bersih karena Ahok”. “Ahok mungkin lebih banyak melakukan publikasi ya. Jadi, publikasi tentang kali bersih yang disangkutkan dengan Ahok lebih banyak ketika dibandingkan publikasi yang dikaitkan dengan Pak Foke,” kata Roy.

 “Ahok sekarang hanya meneruskan program Jokowi, hanya menjalankan rutinitas, tanpa terlihat visi. Ahok beberapa kali terlihat dia berkata dia hanya meneruskan program Jokowi,” kata Roy

Ach….semua orang diatas menjadi terkenal oleh karena seorang Ahok. Suka tidak suka masyarakat Indonesia patut bersyukur masih ada seorang Ahok yang menjadi pembeda di negeri Indonesia ini. Ahok menyediakan lahan dan lapangan kerja bagi orang lain. Melalui Ahok terjadi hingar bingar politik di negeri ini. Ahok kamu memang beda. (seword)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Semua Karena Ahok"

Posting Komentar

Apa Komentar Anda?