Waspada, Proyek Wahabi Salafi Menjamah Dunia Kampus !

Recomended


Seorang teman yang biasanya sumringah dan ceria pada setiap momen berkumpul, tampil tidak seperti biasanya. Ia terlihat murung dan pendiam. Setelah didesak, akhirnya ia mengaku bahwa belakangan ini begita galau. Mengapa ?

Ternyata anak sulungnya yang baru kuliah di Universitas Brawijaya Malang, mendadak merajuk ingin segera memakai cadar. Sontak sohib saya dan istrinya kaget dan selama waktu liburan si sulung di rumah, bukannya berisi saat-saat indah berkumpul dengan keluarga. Malah dipenuhi suasana tegang dan rikuh.
Setelah diselidiki secara mendalam, ternyata Unibraw Malang merupakan salah satu universitas yang telah “dikuasai” Wahabi-Salafi yang doyan mengkafirkan. Sikap ekstrim yang sangat menonjol dari wahabi-salafi sukses diterapkan pada anak didik mereka. Bahkan pada cara berbusana yang bercita rasa syariah (tentunya menurut versi mereka)

Yang akhwat kerap didoktrin untuk mengenakan jilbab panjang dan lebih diutamakan memakai cadar saat keluar rumah. Sementara yang ikhwan biasanya punya standar busana khas. Celana cingkrang.

Sejatinya, kalau ekstrim dari cara berpenampilan fisik sih nggak begitu mencemaskan. Kendati jika seorang muslimah yang tidak bercadar bersua dengan akhwat yang memakai cadar agak gimana gitu. Terkesan sangat inklusif dan ada jarak . Secara psikologis, dalam lingkup komunitas sudah membatasi langsung antara kami dan mereka.

Namun hal yang sangat mencemaskan dari berkecambahnya paham takfiri yang disemai oleh kaum wahabi-salafi adalah sikap intoleransi yang kelewat batas. Menuding di luar kelompoknya sebagai najis, kafir, thogut dan beragam kosa kata lain yang penuh penistaan terhadap siapapun yang tidak sepaham dengan mereka, adalah prioritas yang mesti mendapat porsi utama bagi para orang tua yang anaknya rentan untuk digarap oleh mereka, seperti contoh kasus anak sohib saya.

Sejatinya apa yang dialami oleh anak sulung teman penulis, yaitu mempengaruhi setiap mahasiswa baru untuk menjadi bagian dari mereka sudah berlangsung sejak era 90-an. Di Unpad Bandung, tempat penulis sempat mencicipi ilmu, pola rekrutmen lewat halaqoh (semacam lingkar diskusi yang dibimbing oleh mahasiswa senior) rutin digelar. Namun hakekatnya jauh dari makna diskusi dan dialog. Tapi lebih pada menancapkan doktrin-doktrin khas mereka.

Biasanya dari penjabaran tentang konsep Tauhid melebar pada gugatan pada pemerintahan. Jika kita membuka ruang dialog langsung dibalas dengan lemparan kosa kata menyakitkan:”Seperti kaum Yahudi yang sering menggugat Tuhan”

Karena tidak selaras dengan akal nurani yang jernih, Penulis dan beberapa teman akhirnya angkat kaki dan tidak pernah mengikuti lagi apapun bentuk pertemuan yang bertendensi dokrinasi ala Wahabi-Salafi yang kerap berujung pada tawaran akan gagasan khilafah dan dibalut dengan sikap sinis, radikal, intoleran plus takfirisme

Namun, setelah mereka mempunyai penopang lewat Partai Sesapian, pola dan metode rekrutmen nampaknya dipoles dengan gaya baru, sebagaimana penuturan seorang teman yang menggambarkan proyek Wahabi Salafi di sekolah dan Universitas di Depok. Yang dijalankan dengan baik dan rapih oleh Partai Sesapian:

“Ada beberapa level posisi agen-agen Teroris Wahabi yang berasal dari PKS menyusup diberbagai sekolah dan kampus di Depok. Mereka dikenal dengan istilah yang sama seperti di ISIS yaitu: Qiyadah, Jundi dan Murabbi, dan ada juga Ammah, yaitu masyarakat umum.

Qiyadah adalah pemimpin, konkritnya beberapa ketua DPW, DPC, DPRA, anggota Majelis Syura dan petinggi-petinggi lain. Qiyadah wajib dipercaya sebagai manusia bersih, karena dianggap pemahaman syariatnya amat tinggi, kecil kemungkinan berbuat salah (Maksum).

Jundi (prajurit) adalah kader dan simpatisan, jundi harus taat perintah qiyadah dan siap digerakkan dalam kondisi apa saja disekolah dan dikampus. Jundi harus siap sedia untuk dipanggil dan diperintah oleh qiyadah, termasuk memberikan suara dalam pemilu.

Murabbi adalah para ustad yang menghidupkan Liqo (pertemuan mingguan) dalam rangka dakwah disekolah dan dikampus. Murabbi ini bertingkat juga, dan tidak semua ada di struktur partai, tapi mereka berperan penting dalam menyampaikan bayan. Bayan adalah rekomendasi atau seruan atau perintah dari qiyadah. Bayan ini harus diikuti dan tidak boleh dipertanyakan. Tsiqah, artinya percaya sama qiyadah. “

Semoga orang-orang terdekat dari pembaca setia seword dapat menjaga anak, cucu, ponakan, sodara, dan keluarga Anda dari ajaran berbahaya ini, dan jangan dikasih peluang atau kelonggaran untuk mempengaruhi kita semua. Tunjukan sikap keras penolakan kita ke agen-agen mereka tanpa kompromi.

Semoga kita semua tidak lelah untuk terus menggemakan anti intoleransi , radikilasme serta takfirisme di bumi NKRI tercinta ini….

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Waspada, Proyek Wahabi Salafi Menjamah Dunia Kampus !"

Posting Komentar

Apa Komentar Anda?