Puisi Al Khathtath dari Tahanan Markas Brimob

Recomended


Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Fadli Zon, membesuk Muhammad Al Khaththath, tersangka kasus makar, yang ditahan di Markas Komando Brimob Polri di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, pada Selasa, 18 April 2017.

Al Khaththath, kata Fadli, sehat walafiat dan lebih banyak menghabiskan waktunya dengan menghafal Alquran selama di tahanan sejak 31 Maret 2017. "Katanya, dan sudah dua kali khatam (membaca Alquran),” ujarnya kepada wartawan usai kunjungan itu di luar kompleks Markas Brimob.

Di akhir pertemuan, Khaththath menitipkan secarik kertas yang ia tulis tangan kepada Fadli. “Enggak tahu apa ini puisi atau sajak. Isinya begini: ‘Dari ruang tahanan kuketuk pintu langit / Di luar ketuklah pintu rumah dan pintu hati tiap muslim / pilih gubernur muslim.’ Sepertinya ini puisi pendek, ya,” kata Fadli.

Dalam kesempatan itu, Fadli sekaligus mendesak Polisi segera membebaskan Khaththath. Dia menilai tuduhan hendak makar kepada Khaththath tidak berdasar sedikit pun.

Sebagian ulama dan bahkan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia pun, katanya, berpendapat bahwa Khaththath tak pernah berniat menggerakkan makar. Dia mengingatkan agar aparat penegak hukum tidak melanggar hak asasi manusia, apalagi hanya karena perkara perbedaan pilihan politik dalam Pilkada DKI Jakarta.

"Kita melihat (mengamati kasus makar) ini sebagai bentuk (tugas) pengawasan dari DPR agar tidak terjadi abuse of power (penyalahgunaan kekuasaan/wewenang), terutama bisa menahan orang seenaknya,” ujar Fadli. (ase)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Puisi Al Khathtath dari Tahanan Markas Brimob"

Posting Komentar

Apa Komentar Anda?