Ricuh di TPS Dekat Markas FPI, Pemilih Bawa KTP Kadaluwarsa

Recomended


Proses pencoblosan di tempat pemungutan suara 17, Petamburan, Jakarta Pusat, diwarnai kericuhan. TPS ini terletak di dekat markas Front Pembela Islam.

Ihwal kericuhan ketika warga bernama Berliana Sitorus hendak memberikan hak pilih. Tapi, saksi dari pasangan Anies Baswedan - Sandiaga Uno keberatan karena dia memakai KTP yang sudah kadaluwarsa dan masih model lama (bukan elektronik).

Saksi Anies-Sandiaga memprotes petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara yang mengizinkan Berliana tetap memilih.

Saksi mengatakan masa berlaku KTP Berliana sudah lewat dua tahun.

"Dibayar berapa, bilang saja berapa? Enak saja bisa leluasa milih. Pulang sana," kata warga.

Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Petamburan, Wiwin, menegaskan siapapun yang namanya tercantum dalam DPT berhak melakukan pencoblosan.

"Kalau namanya ada di DPT, maka dia berhak untuk melakukan pencoblosan. Soal KTP kadaluarsa itu urusan kelurahan," kata Wiwin.

Hingga berita ini diturunkan, kasus tersebut masih menjadi perdebatan di TPS 17.

Berliana dan Wiwin sampai diamankan petugas karena khawatir terjadi apa-apa dengan mereka.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ricuh di TPS Dekat Markas FPI, Pemilih Bawa KTP Kadaluwarsa"

Posting Komentar

Apa Komentar Anda?